Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Kepo

Gambar
Melihatmu mengunggah foto baju bayi, membayangkan bagaimana kau sebentar lagi menjadi bapak. Yang, mungkin beberapa pekan pertama masih kagok ketika menimang anakmu.
Setahun atau dua tahun setelahnya barangkali kau akan menjelaskan teori yang njelimet melalui cerita jenaka. Misalnya, soal kenapa DNA itu bisa berubah-ubah. Atau, bagaimana tembakau bukan satu-satunya yang patut dipersalahkan saat ada penyakit menyerang, sebab terdapat jua zat-zat lain dalam lalu lintas tubuh kita di mana pembawanya bisa dari makanan, minuman atau tetek-bengek duniawi lainnya.
Atau, kau akan mengarang fabel, mengganti nama-nama hewan dengan istilah unsur kimia atau nama latin tanaman. Aku turut membayangkan bagaimana kau akan kikuk memulai dongeng pertamamu.
Untuk waktu yang singkat, pernah tergambar di benakku soal mendidik anak bersamamu. Kupikir kau cukup baik untuk mengampu pelajaran agama, sedangkan aku akan berusaha melengkapi di luar itu. Bisa soal musik, memasak--meski agak payah, sastra, atau seler…

Bocah Perempuan yang Menulis Puisi

Gambar

Spontan

Gambar

Haru

Gambar

Minum Kopi dan Alasan yang Dibuat-buat

Gambar
Kadang, memilih jenis kopi itu bukan perkara kita — atau dalam hal ini saya — saat itu sedang berhasrat dengan biji kopi tertentu.
Beberapa kali saya menjatuhkan pilihan untuk minum kopi anu atau ini dengan alasan yang tidak masuk akal. Bolehlah disebut, konyol.
Misalnya, pernah suatu ketika, hanya karena saat itu saya sedang ingin ditemani oleh seseorang. Namun orang itu tidak bisa hadir, maka saya pikir tak ada salahnya kalau mengganti absennya orang tersebut dengan memesan kopi kesukaannya. Siapa tahu dengan begitu seolah-olah orang itu hadir. Siapa tahu.
Yang beginian —hadir dan tidak hadir — kan kadang juga soal bagaimana kita mengimani saja.
Nah, lantas jadilah waktu itu, saya mengingat apa kopi kesukaannya. Kemudian meniatkan diri untuk memesan jenis kopi kegemaran orang-yang-sedang-saya-dambakan-hadir-itu.
Malam baru turun di ibukota. Belum lagi lama, baru pukul delapan. Terlalu sore bagi saya untuk kembali ke kamar sewa.
Maka, bulatlah niat mampir ke warung kopi di s…

Pengakuan

Gambar