Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Bunuh Diri

Gambar

Setelah Astrologi

Gambar

Seekor Anjing dan Bocah Penyeru

Gambar
Dari perempatan jalan menuju tempat saya bekerja di Kawasan Menteng, Jakarta, seekor anjing diikat di tiang lampu taman. Pemiliknya sedang ngopi semeter dari anjing itu. Awalnya anjing putih berbulu lebat dan bertelinga seperti serigala tersebut tenang-tenang saja. Pun sang pemilik yang sedang asyik ngopi dengan gelas plastik.
Hingga, kemudian gerombolan bocah usia belasan lewat.
"Hei ada Ahok, ada Ahok!" Seru salah seorang bocah berpakaian serba putih, dengan tangan kanan memegang tongkat kayu melebihi tingginya. Bocah penyeru itu lompat berputar-putar seraya menunjuk si anjing dan, ketawa kegirangan. Meski, tak ada yang lucu dari teriakan kecil itu.
Laku pertama lantas diikuti kawan lainnya, timbullah, suara-suara kecil bersahutan memanggil-manggil nama Ahok. Sang anjing yang diseru itu keruan tak menoleh sedikitpun.
Ahok, adalah panggilan bagi Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta--kota yang kebetulan saya tinggali. Belakangan, namanya begitu banyak diulang. Baik denga…

Bisa-bisanya

Gambar
Kadang saya benci dan muntab dan ingin mengumpat: telek kabeh, ketika ada manusia yang kebetulan dapat jatah menjadi Suku Jawa, lalu mereka menganggap seolah kastanya lebih tinggi dibanding yang lain, lebih beradab dan berotak. Padahal, PODHO WAE REK!!
Ya, memang tidak semua begitu, sebagian saja. Dan, nggak hanya Jawa sih. Ada kelompok-kelompok tertentu yang menganggap diri dan gengnya adalah pusat tata surya, sedang yang lain hanya embuh opo.
Tapi ya, karena kebetulan saya juga Jawa, dan kasus kali ini menyangkut pula kesukuan, maka begitulah adanya.
Suatu malam dalam perjalanan pulang ke Bojonegoro, saya menggunakan kendaraan bertarif ekonomi. Untuk buruh berpenghasilan pas-pasan seperti saya, harganya memang menolong. Kalau beruntung bisa dapat seratusan ribu lebih dikit.
Maka dengan tarif begitu, saya pun tak berharap dapat pelayanan bak kelas eksekutif atau bisnis.  Tapi tak lantaskarena hanya mampu membayar tarif yang demikian, manusia lain bisa berlaku seenaknya.

Kenyataannya, tak …

Mimpi

Gambar
Pernahkah kau memimpikan orang yang sama dalam dua pekan berturut-turut? Dia hadir sangat dekat, menungguimu, selalu ada di mimpi malam hari. Dan, kau tak ingat kapan mula dan mengapa hal itu bisa terjadi? Apa tandanya?
Padahal orang itu, bukan siapa-siapa.
"Mungkin kau terlalu banyak memikirkan orang itu?"
Kawan bicara di depanku berusaha menerka. Antara betulan ingin menanggapi atau hanya agar kami ada bahan obrolan.
Aku kembali mengingat--apa sebab awal memimpikan orang itu, saking keras mengingat sampai-sampai ketika itu luput menunaikan ritual yang hampir pasti selalu kulakukan sebelum menyecap kopi, menghidunya.
Aku linglung. Tapi mungkin bisa juga tidak demikian.
"Tapi kamu kenal?"
"Dia kawanmu?"
Mataku menelusuri lingkar bibir gelas yang agak cemong kecokelatan, lalu mengangguk dua kali.
"Mungkin kamu jatuh cinta dengan orang itu.."