Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2012

Rasa Nomor 79

Rasa Nomor 78

Dear Mas Beye dan Mas Pulisi,
Saya nggak kenal Mas Beye, pun Mas Pulisi. Tapi malam ini entah kenapa saya mendadak ingin menulis untuk mas-mas berdua. Tentu tidak mudah mengemban tanggungjawab puluhan juta orang. Tentu juga tidak mudah melindungi mereka.
Kalau lagi ramai-ramainya gini, maksudnya lagi ada kerusuhan/konflik/saling salah-salahan, pasti timeline twitter penuh sama nyinyiran orang tentang mas-mas sekalian. Saya sedih, mas-mas dinyinyirin. Sedih bukan berarti saya mendukung mas-mas sekalian dan puas dengan apa yang telah mas-mas lakukan untuk negara ini. Tidak, bukan, bukan itu. Tapi saya mikir aja, apakah dengan nyinyir ada yang akan berubah?
Tentu saja enggak dong. Malah makin panas. Yatapi pasti orang akan bilang, kalau nggak dinyinyirin, mas-mas pasti malah leyeh-leyeh dan merasa semua baik-baik saja, padahal nggak. Nggak blas.
Apakah saya ikut nyinyir? Iya, tentu saja, kadang-kadang. Terbawa suasana dan, HEYAEYALAH, BIAR GAUL KEREN TRENDI DAN FUNKY. Hahhh. Miris.
Satu perta…

Rasa Nomor 77

Gambar
Nomor yang cantik ya? eh? iya nggak sih? iya ajalah. Oke, abaikan. Saya mau posting tulisan yang sudah lama tersimpan di folder dalam bleki, leptop saya. Nggak lama-lama banget sih, ini tulisan tanggal 15 Agustus lalu.