Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

Rasa Nomer 66

ini curhatan, kalo gak suka curhatan, saya sarankan gak usah diterusin baca. Trims.

Mau muntah di sini, boleh kan?!

Kadang saya ngerasa ada hal2 gak penting yg dilakukan dgn bangga di atas muka bumi ini. Seperti wisuda, yg akan sy laksanakan besok besoknya lg. Wisuda memang prosesi sakral sih, (terlihat) membanggakan. Tp gak guna, buat sy pribadi. Cuma ngabisin duit, dan yg bikin sy tambah sebel sm wisuda adalah karna ibuk dan atung (kakek) sy jd repot2an ke bogor. Karna apa? Krna pengen nemenin sy wisuda. Padahal sbenar-y tanpa itu, ckup dgn ijazah sy yg mmberi kterangan sy lulus, sarjana. Lalu pas poto rapi. Lalu fakta bhwa sy sudah kerja, itu sudah cukup membuat kakek dan ibuk sy ayem (tenang). Butuh foto sy dgn toga dan dipajang di ruang tamu? Ya, keliatan prestisius sih. Tp sy sudah terlanjur sebal. Sy kasian sm perjalanan panjang yg ditempuh ibuk dan kakek sy, terutama kakek sy.

Kakek sy bela-belain bwa pisang 2 tandon yg berat-y minta ampun, entah untuk apa. Untuk cucu-y lah ya. S…

Rasa Nomer 65

Gambar

Rasa Nomer 64

Gambar
(Gambar diambil dari sini)

Rasa Nomer 63

"Karena malam tak sepenuhnya tertembus, juga oleh kelelawar yang mabuk, taufan antah berantah dan rembulan yang gila, harapan jangan-jangan bermula dari sikap yang tak mengeluh pada batas" [Goenawan Mohamad]


*tiba-tiba malam ini semuanya tumplek blek jadi satu di pikiran, dan bikin nggak bisa tidur.

Rasa Nomer 62

Gambar
(Gambar diambil dari sini) Lain Kemo, lain pula Komo. Komo adalah bonekanya Kak Seto yang bikin macet (kata sebuah lagu anak-anak di tahun 1992). Entah kemana perginya si Komo, Ulil dan teman-temannya itu. Sungguh saya sangat rindu menghabiskan pagi dengan mereka. Mungkin sekarang Si Komo sudah sukses dan menjadi direktur utama sebuah perusahaan dengan gedung pencakar langit membelah ibu kota Indonesia. Jadilah sekarang Jakarta selalu macet, karena banyak Si Komo yang lewat dan menyambung hidup. Trus salah siapa?? Salah Si Komo? Salah Guwehh? Salah temen-temen Guweh?? Jawabannya kata Dosen penguji Skripsi saya, kemacetan adalah salah perencana. Entah siapa yang salah, tapi pengguna mobil di ibu kota juga semakin banyak. Padahal semakin banyak pula tetangganya yang tiba-tiba jatuh miskin, gembel dan banyak hutang. Sungguh dua hal bertentangan yang hidup nyaman berdampingan. Sebenarnya apa yang terjadi ini? Lhoh kok malah jadi nglantur. Baiklah, sudah ya. Maaf. Tadi mau bahas soal Si Komo.…

Rasa Nomer 61

Gambar
Kata teman saya “kita kayaknya mesti di kemo, Ka.” Lalu saya tanya, kemo itu apa? Kemudian dia menjawab : kalo orang sakit kanker tuh semacam di radiasi biar ilang sel2 kankernya, emg pusing + muntah2 setelahnya, tp trus sembuh. Nah biar lenskephobia kita ilang malah kita musti dicekokin lenskep2an , enek2 deh tp abis itu terbiasa.. Cuma perumpamaan aja, ahaha. Begitulah katanya. Menarik, hehe. Kemo, mungkin yang dimaksud si teman saya itu adalah kemoterapi apa yak. Emmm. Setelah gugling, kemoterapi atau pemberian obat-obatan itu tujuan utamanya adalah untuk membunuh sel-sel kanker atau menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker yang masih tertinggal sampai ke akar-akarnya, ke tempat yang tidak terjangkau oleh pisau bedah. Aku dan temanku, akan di kemo juga. Tapi ini untuk masalah lain. Lenskep. Masa’ iya dikemo kelenskepannya? Ehehe. Tadinya aku mikir yang di kemo itu ketakutan/ kecemasannya, bukan kelenskepannya. Hihi. Ya, kami adalah mahasiswa lulusan arsitektur lanskap yang mana memili…

Rasa Nomer 60

Gambar

Rasa Nomer 59

Gambar
Ia akan menikah dengan wanita lain, dan aku bilang “ Ya. Aku tak apa-apa.”

Namun, setelah itu aku menangis semalaman hingga pagi. Dengan tubuh bergetar dan dada yang sesaknya minta ampun. Keesokan harinya, segala hal masih berjalan seperti biasa. Aku menyelesaikan tugasku, menghabiskan waktu dua kali enampuluh menitku untuk mengisi ruang siar dengan suaraku, memutarkan lagu-lagu yang paling hits di minggu ini. Usai itu, aku masih tetap menyempatkan ngopi di beranda kantorku. Ini upayaku untuk meyakinkan bahwa masih ada yang manis di antara pahit kopi. Terkecuali dengan kopi yang tanpa gula, maka ia akan pahit. Begitu juga dengan hidup, pastikan hidupmu tak sepahit kopi yang tanpa gula. Masih ada gula kan? Dari kenangan-kenangan sebelumnya. Atau sebelumnya. Atau sebelumnya lagi. Atau kenangan lainlah yang menyisakan manis. Ayo ingat-ingat, setiap orang pasti punya.

Aku menghela nafas, sekali. Entah untuk apa.

Ngopi, sambil sesekali melihat ke garasi, meneliti mobil si bos. Memastikan apak…

Rasa Nomer 58

Selamat pagi. Aku menulis cepat2 tanpa ke warnet, menggunakan henpon. Postingan sebelum ini (rasa nomer 57) adalah postingan yg aku tulis pada 11 mei 2010. Knapa aku post lg? Biar dibaca? Iya, he'eh biar dibaca. Knapa? Ada masalah? Lagian emang aku lg pengen ngepost itu lagi, buat nginget2 dlu aku bikin blog tu awalnya kek mana. Dan fakta bahwa tulisanku pengen dibaca orang adalah benar adanya. Emang ada ya? orang yg nulis terus gak pengen dibaca gitu. Auk deh. Pengen dikomeng orang? Itu lain lagi. Kalo ngomongin pengen ya pengen. Tapi buat aku, dikomeng itu jd bonus. Bonus. Ada syukur, gak ada yahhh gak papa. Masih ada gaji pokok kok. Seenggaknya tulisan(baca : curhatan)ku kepublish dan terdokumentasikan. Kalau2 lekto kena virus atau eksternal ilang, tulisankuyangkusayangi kan aman. Oya, sesampahsampahnya tulisanku aku tetap menyayangi mereka, seperti aku menyayangi ..... Emm.. Menyayangi nicholas saputra. Gak peduli apa kata orang.

Orang nulis diblog (atau dimana aja) menurutku p…